Kota. Tasik kabarjurnalis.com – Proyek pengerukan Jalan AH Nasution Mangkubumi Kota Tasikmalaya kembali menuai sorotan tajam. Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan menjadi korban kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak parah dan minim pengamanan. Yang lebih disayangkan, instansi terkait justru terlihat saling melempar tanggung jawab antara dinas pengawas dan pihak penyedia.
Perwakilan Humas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Aris, menyatakan bahwa pihaknya hanya bertanggung jawab dalam hal pengawasan proyek. “Jalan ini bagian dari paket pekerjaan. Kami dari Bina Marga hanya sebatas pengawasan. Untuk pelaksanaan teknis adalah wewenang penyedia. Nanti akan kami koordinasikan ke mereka,” katanya, Rabu (24/7/2025).
Pernyataan ini mendapat tanggapan serius dari Sekretaris DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Tasikmalaya, Soni Riswandi, yang juga merupakan warga Cigantang, Kecamatan Mangkubumi. Ia menilai, sikap saling tunjuk tanggung jawab tersebut mencerminkan lemahnya komitmen terhadap keselamatan publik.
“Seolah tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab. Harusnya Bina Marga tidak hanya berdalih sebagai pengawas lalu menyalahkan penyedia. Saat sudah ada korban jatuh akibat kondisi jalan, maka seluruh pihak terlibat harus bertanggung jawab, bukan saling tuding,” tegas Soni.
Menurut Soni, proyek jalan seharusnya tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses pelaksanaan di lapangan, terutama aspek keselamatan warga yang melintasi. Ia menilai, absennya rambu peringatan, pengaman jalan, dan petugas lapangan menunjukkan kelalaian serius dalam manajemen proyek.
“Ini jalan vital, dilewati ribuan kendaraan setiap hari. Kalau pengerjaan tidak profesional dan tanpa pengamanan, nyawa pengguna jalan yang jadi taruhannya. Kami minta segera dilakukan tindakan konkret, bukan janji koordinasi saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Soni juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga untuk hadir langsung ke lapangan dan mengevaluasi total pelaksanaan proyek. Menurutnya, kejadian serupa bisa terus berulang jika pola kerja seperti ini dibiarkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya perbaikan pengamanan di sepanjang jalur pengerukan Jalan AH Nasution. Tidak tampak rambu-rambu peringatan maupun petugas lapangan yang mengatur arus lalu lintas. Situasi ini dianggap sangat membahayakan, terlebih di malam hari dengan penerangan yang minim.
PWRI Kota Tasikmalaya menyatakan siap mengawal persoalan ini dan akan menyurati dinas terkait apabila tidak ada langkah nyata dalam waktu dekat. Keamanan pengguna jalan, tegas Soni, harus menjadi prioritas, bukan menjadi korban dari kelalaian proyek infrastruktur. (SR)